Thoriqoh Shiddiqiyyah
SELAYANG PANDANG THORIQOH SHIDDIQIYYAH
Arti Thoriqoh Shiddiqiyyah:
Dari segi bahasa, Thoriq berasal dari kata THORIQ artinya JALAN, Shiddiqiyyah berasal dari kata SHIDDIQ artinya BENAR. Jadi Thoriqoh Shiddiqiyyah artinya jalan yang benar, bukan jalan yang salah. Dan dikatakan Thoriqoh Shiddiqiyyah sebab:
1. Silsilahnya melalui Sayyidina Abu Bakar Shiddiq r.a
2. Ajarannya berdasar Alquran dan hadist Nabi Besar Muhammad SAW
Tujuan Thoriqoh Shiddiqiyyah
1. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar dekat kepada Allah yang sebenar-benarnya dekat (melalui praktek dzikir Jahar Nafi Itsbat)
2. Manusia di didik, di bimbing, dituntun agar kenal kepada Allah yang sebenar-benarnya kenal (melalui praktek Dzikir Sirru Ismu Dzat). Untuk tercapainya dekat dan kenal kepada Allah, praktek Dzikir Jahar Dan Sirri harus selalu ditingkatkan secara Istiqomah
3. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar menjadi manusia Taqwallah, taqwa yang sebenar-benarnya taqwa. Untuk mencapainya ada 3 jalan pokok yang harus dilalui (dikerjakan) yaitu :
a. Lewat Jalan Ibadah ( sholat )
“Wahai seluruh manusia beribadahlah (Sholat) kepada Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, barangkali kamu menjadi taqwa” (QS: Al-Baqarah :21 )
b. Lewat Jalan Puasa
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, barangkali kamu menjadi taqwa” (QS Al-Baqoroh : 183)
c. Lewat Jalan Dzikir
“Dan tetapkanlah (hubungkanlah) jiwamu dengan kalimat Taqwa” (QS. Al Fath :26)
Untuk mencapai taqwa, ibadah sholat, puasa, dzikir kalimat taqwa harus selalu ditingkatkan. Dan apabila takwa telah tercapai tanda-tandanya diantaranya sebagaimana tersebut di dalam Alquran :
“Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu bagi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu” ( QS Al-Hujarat : 13 )
“Sesungguhnya orang-orang taqwa itu berada di dalam surga” (QS Al Hijr : 45)
4. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar menjadi manusia yang bersyukur kepada Allah, tersebut di dalam Alquran:
“dan bersyukurlah kamu kepada KU dan janganlah kamu kufur” (QS. Al Baqoroh : 152)
Apabila kita telah menjadi syukur, Allah akan meridainya, tersebut di dalam Alquran:
“Dan sesungguhnya kalau kamu bersyukur, meridhoi Nya ( Allah ) kepada kamu” ( QS Azzumar : 7 )
Faham Thoriqoh Shiddiqiyyah
Faham Shiddiqiyyah adalah paham Tasawuf, yang dimaksud paham tasawuf adalah paham kebersihan jiwa. Orang-orang Shiddiqiyyah adalah orang-orang tasawuf, orang-orang yang selalu menjaga kebersihan jiwanya. Jiwa harus dijaga dan dibersihkan dari sifat-sifat yang kotor, tercela tak terpuji dan diisi dengan sifat-sifat Suci, bersih, terpuji, sebagaimana perintah Rasulullah di dalam hadis yang berbunyi
“Takholaku bi Akhlakillah”
Artinya “berakhlaklah kamu dengan akhlaknya Allah”
Dan jiwa yang suci, bersih, terpuji itu harus dihayati, diresapi sampai menjadi kenyataan di dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat. Tanpa memiliki jiwa yang suci, bersih dan terpuji tak mungkin kita bisa dekat, kenal dan takwa kepada Allah biarpun dzikrullah kita kerjakan sebanyak-banyaknya, tersebut di dalam Alquran:
“Maka diilhamkan kepadanya sifat Fujur dan sifat Taqwa, sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya” (QS. Asy-syamsi : 8)
Oleh sebab itu mudah-mudahan Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kita warga Shiddiqiyyah selalu dapat membersihkan dan menjaga kebersihan jiwa kita serta akhirnya kita bisa dekat, kenal dan takwa kepada Allah SWT (bisa merasakan adanya Allah, bisa merasakan limpahan rahmat, berkat dan nikmat dari Allah)
Diketik ulang dari buku pembinaan dasar-dasar agama Islam thoriqoh Shiddiqiyyah dan organisasi
Pengertian Thoriqoh
Thoriqoh adalah jalan atau cara atau metode. Semua ibadah ada cara atau metodenya; shalat, puasa, zakat, haji semuanya ada metodenya dan cara-cara itu dinamakan thoriqoh. (Sumber: pengajian minhajul ‘Abidin, Rabiul Akhir 1422 Hijriyah)
DASAR THORIQOH
“Dan jika manusia tetap pada suatu thoriqoh, pasti mereka akan mendapatkan air yang menyegarkan” (Qs. Al Jin : 16 )
Berdasarkan QS Al Jin :16 ajaran thoriqoh adalah ajaran agama Islam, bukan ajaran ulama’ salaf (ulama pertengahan setelah para sahabat), sebagaimana anggapan sebagian kecil umat Islam. Ajaran thoriqoh itu dititik beratkan kepada ajaran dzikrullah.
Masalah Dzikrullah telah dicontohkan atau diajarkan oleh Nabi besar Muhammad SAW tersebut di dalam Alquran:
“sungguh ada bagi kamu di dalam diri rasul itu contoh yang baik, bagi siapa saja yang ingin bertemu Allah dan hari akhir, maka dzikirlah kepada Allah yang sebanyak-banyaknya” (QS Al-Ahzab : 21)
Ajaran thoriqoh/ Dzikrullah ini adalah ajaran yang bersifat khusus, artinya tidak akan diberikan/ diajarkan kepada siapa saja, selama orang itu tidak memintanya. Oleh sebab itu untuk menerima ajaran thoriqoh/ Dzikrullah ini harus melalui baiat, tersebut di dalam AlQuran surat:
“sesungguhnya orang-orang yang Baiat kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka Baiat kepada Allah” (QS Al-Al-Fath : 10)
Komentar
Posting Komentar